'cookieChoices = {};'

Reduksionisme Agama

Reduksionisme Agama

Gambar : pinterest.com


Sebagaimana diberitakan oleh Media Indonesia, telah terjadi persekusi oleh pemuda yang berinisial H terhadap dua anggota Banser di daerah Pondok Pindang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya sebuah video yang dibagikan oleh akun twitter @nahdlatululama pada hari Selasa 10 Desember (11/12/2019).

Menurut keterangan Media Indonesia, dua korban persekusi tersebut bernama ES dan WS. Dalam video yang beredar, terlihat seorang berjenggot dan bertopi hitam memaksa ES dan WS untuk mengucapkan “Takbir” yang oleh pelaku itu, ucapan “Takbir” dianggap sebagai bentuk pengakuan muslim. Akan tetapi, kedua anggota Banser tersebut tidak meladeninya dengan serius dan merespon pelaku itu dengan arif dan bijaksana yakni, tidak terpancing atas ajakan tersebut dan lalu meninggalkan lokasi kejadian.

Sayangnya, respon anggota Banser tersebut dianggap “Kafir” oleh si pelaku hanya karena mereka tidak mengikuti keinginannya. Tidak hanya itu, pelaku beberapa kali menyebut mereka dengan sebutan tak pantas. Oleh karenanya, secara tersirat, pelaku yang mengaku dirinya lebih paham tentang Islam dibandingkan kedua anggota Banser itu sejatinya, ia mereduksi makna Islam itu sendiri. Pasalnya, Islam seakan-akan hanya dipahami olehnya dan yang lain harus mengikuti hasil interpretasinya atas Islam.

Fenomena seperti ini, sebenarnya telah lama digelisahkan dan bahkan dialami oleh Bapak Pluralisme kita yakni Abdurrahman Wahid atau kerap kali dipanggil Gus Dur. Hal ini karena pernah ditulis oleh Gus Dur dalam esai-esainya yang kini telah dibukukan dengan judul Islamku Islam Anda Islam Kita; Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Dengan demikian, ini menujukkan bahwa Gus Dur pernah mengalami fenomena tersebut.

Buku tersebut, secara komprehensif dijelaskan, untuk keluar dari fenomena itu, Gus Dur muda lebih awal memahami bahwa Islam senantiasa mengalami perubahan. Oleh karena itu, ia melakukan hijrah pemikiran. Hijrah pertama, Ia pernah mengikuti pemikiran Ikhwanul Muslimun pada tahun 1950-an. Hijrah kedua, pada tahun 19-60an, ia baru mengenal nasionalisme dan sosialisme di Mesir dan Irak. Kemudian, hijrah ketiga, pada tahun 1970-an, ia mampu memahami Islam yang bisa saling melengkapi antara yang syariat dan non syariat. Pada gilirannya, pemaknaan terhadap Islam yang dipikirkan dan diamalkan olehnya inilah kemudian oleh Gus Dur diberi istilah “Islamku”. Pada tahap ini, biasanya orang akan cenderung ‘tidak moderat’.  

Sementara orang lain yang memiliki interpretasi tentang Islam yang itu berbeda dengan kita, maka ini dapat diistilahkan sebagai “Islam Anda”. Dengan kata lain, “Islam Anda” di sini merupakan bentuk negasi terhadap istilah “Islamku”. Pada tahap ini, seseorang dapat dikatakan moderat sejak dalam pikiran manakala ia mampu mengedepankan toleransi terhadap mereka yang beda agama, lebih-lebih kepada sesama muslim yang berbeda memahami tentang Islam.

Berangkat dari istilah “Islam Anda” dan “Islamku” tersebut maka selanjutnya oleh Gus Dur disebut “Islam Kita”. Menurutnya, “Islam Kita” ini dapat dilihat dan digambarkan dalam bentuk keprihatianan seseorang terhadap masa depan Islam. akan tetapi, ini yang sulit untuk dipraktikkan oleh generasi muslim dewasa ini. Pada tahap ini, tidak ada tindakan monopoli terhadap Islam yang dilakukan oleh seorang atau kelompok terhadap seorang atau kelompok lainnya. Dalam pandangan ini, semua orang memiliki hak yang sama atas interpretasi dan kontekstualisasi terhadap Islam.
Berdasarkan pengalaman Gus Dur, dapat kita petik bahwa pemaksaan pemahaman Islam terhadap orang lain itu sesuatu yang musti kita hindari dalam kehidupan demokrasi. Yang seharusnya ditonjolkan oleh kita, baik sebagai warga negara atau pun sebagai umat muslim, adalah saling menghormati dan menghargai perbedaan atas hasil interpretasi dan kontekstualisasi terhadap Islam.
Kembali pada kasus anggota Banser, dalam video tersebut, secara tersirat, ES dan WS telah menunjukkan sikapnya sebagai cerminan warga NU yang paham akan visi misi NU itu sendiri yakni, menjalankan misi Islam sebagai agama yang mengedepankan toleransi dan moderasi dalam pemahaman keagamaan.

Dalam pengamatan dan analisa penulis, ES dan WS tidak hanya berhasil mengamalkan nilai-nilai Islam yang tertuang dalam visi misi NU, melainkan mereka juga berhasil mempraktikkan pemikiran Gus Dur sebagai “Islamku” “Islam Anda” dan “Islam Kita”.
Sebaliknya, Islam yang dimaknai berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya si pelaku ini mengindikasikan bahwa ia lemah dalam pemahaman keislaman. Kelemahan tersebut bukan ia tutupi malah dipertontonkan dengan cara-cara yang tidak islami. Pada titik ini, ia telah mereduksi makna Islam dengan “Islamnya”.

 Oleh: Saiful Bari


*Penulis lahir di Banyuwangi, 23 November 1996. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

COMMENTS

Name

BANDONGAN,42,FABEL,17,HIKAYAT,34,Impresi,10,Kajian,13,Maklumat,10,Ngaji Jumat,21,PUISI,128,Risalah,9,SOROGAN,180,ULASAN,1,
ltr
item
wacanbuku: Reduksionisme Agama
Reduksionisme Agama
Reduksionisme Agama
https://1.bp.blogspot.com/-X0W_blNk2LQ/XfgTXGE1czI/AAAAAAAAKuY/vOsvo1kVMjk9Bxjs7ygCCnXXVuCSy--6wCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2019-12-17%2Bat%2B05.07.00.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-X0W_blNk2LQ/XfgTXGE1czI/AAAAAAAAKuY/vOsvo1kVMjk9Bxjs7ygCCnXXVuCSy--6wCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2019-12-17%2Bat%2B05.07.00.jpeg
wacanbuku
http://www.wacanbuku.com/2019/12/reduksionisme-agama.html
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/2019/12/reduksionisme-agama.html
true
7620921742776894578
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy