'cookieChoices = {};'

Eksistensi Tari Daerah di Tengah Generasi Milenial di Kabupaten Grobogan

Eksistensi Tari Daerah di Tengah Generasi Milenial di Kabupaten Grobogan

Gambar : pinterest.com

Sering kita dengar akhir-akhir ini baik di surat kabar, media sosial, seminar atau diskusi-diskusi tentang Generasi Milenial. Sebenarnya apa itu Generasi Milenial? Dalam bukunya yang berjudul “Generasi Phi ‘Memahami Milenial Pengubah Indonesia’”, Muhammad Faisal menjelasakan bahwa Generasi Milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1982-2004. Apa perbedaan Generasi Milenial dengan  generasi sebelumnya? Secara signifikan, perbedaannya adalah Generasi ini lahir dan tumbuh di era perkembangan media sosial yang sangat pesat. Hidupnya sangat dekat dengan teknologi dan jutaan informasi di seluruh dunia sangat mudah untuk diakses hanya melalui smartphone. Tidak hanya mudah diakses, tapi informasi yang disampaikan bahkan sangat uptodate. Kejadian yang terjadi di Amerika, dalam beberapa detik kemudian bisa langsung kita ketahui semisal kita berada di Indonesia. Padahal jarak tempuh Indonesia ke Amerika bisa mencapai 12 jam. Dengan sebuah teknologi yang disebut internet maka, informasi tersebut lebih cepat tersampaikan.

Terdapat dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi bagi generasi milenial. Mereka yang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak akan mencari sebuah pembaharuan yang belum pernah dilakukan oleh generasi sebelumnya. Misal saja munculnya startup dan toko online seperti gojek dan tokopedia. Gojek adalah sebuah pencapaian luar biasa generasi milenial yang dapat membuat perusahaan berbasis online dengan penghasilan fantastis yaitu mencapai 127 triluin transaksi dalam setahun dan membuka lapangan pekerjaan yang luas di seluruh Indonesia. Akan tetapi banyak juga dari mereka yang hanya menikmati teknologi tanpa memanfaatkan dengan baik. Dalam kesehariannya mereka hanya menggunakan smartphone untuk bermain game atau hal-hal tidak penting lainnya. Hal ini yang lalu membuat beberapa milenial menjadi tidak produktif dan hanya asik dengan dunianya sendiri. Kegunaan ponsel pada awalnya hanya bisa untuk menelfon atau sms saja. Semakin banyak fitur yang disajikan dalan smartphone, manusia semakin candu dalam menggunakannya. Semakin hari semakin banyak pembaharuan yang dilakuakan generasi minlenial sekarang ini. Interaksi sosial di dunia maya menjadi sangat tinggi, tetapi berbanding terbalik dengan dunia nyata. Dapat kita lihat sekarang anak-anak muda yang nongkrong di cafe dengan teman-temannya, tetapi sibuk memperhatikan smartphonenya masing-masing. Sampai muncul sebuah kalimat “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Hal ini juga terjadi di ranah kebudayaan.

Di era Soekarno penyebaran informasi belum sepesat sekarang, untuk memperkenalkan tarian daerah yang ada di Indonesai Soekarno membuat sebuah program acara di TVRI dan mengundang beberapa tokoh tari daerah di Indonesia untuk tampil dan memperkenalkan tari daerahnya masing-masing. Ini adalah awal informasi masyarakat Indonesia mengenai tari-tari daerah yang menjadi ciri khas dan identitas daerahnya masing-masing. Di Kabupaten Grobogan yang sebenarnya juga memiliki kesenian khas yaitu kesenian tari Tayub dari desa Kropak dan Tari Angguk Grobogan tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Tari Angguk Grobogan ini adalah salah satu tarian baru yang diciptakan oleh salah satu lulusan ISI Surakarta pada tahun 2014. Kemudian tarian ini dijadikan sebagai tarian khas dari Kabupaten Grobogan. Tapi sampai sekarang Eksistensi tari ini belum begitu terlihat. Dalam acara-acara tertentu, kabupaten grobogan masih menggunakan tari gambyong sebagai tari penyambutan atau hiburannya. Generasi-generasi muda yang ada di Kabupaten Grobogan bahkan banyak tidak tahu mengenai tarian baru yang menjadi khas Kabupaten Grobogan.

Kembali ke istilah “mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”. Walaupun mereka tidak tahu adanya pusaka baru di Kabupaten mereka, pasti mereka tahu mengenai Lagu Justin Bieber terbaru atau lagu lagu KPOP yang terbaru. Padahal informasi tersebut dari tempat yang jauh. Mengenai informasi, kita juga harus bertanya seberapa gencar pemerintah Kabupaten grobogan menginformasikan hal ini kepada khalayak umum. Selain memberi informasi, program yang harus dibuat untuk menaikan eksistensi tari angguk ini adalah program workshop untuk guru tari pelatih sanggar dan komunitas tari yang ada di Kabupaten Grobogan. Event seperti tari masal atau lomba tari Angguk juga seharusnya diadakan untuk terciptanya iklim sosial dan membangun jaringan.

Selain itu ada Kesenian Tayub sendiri yang biasanya ditampilkan saat acara nikahan, sekarang orang lebih memilih untuk menampilkan dangdut. Hal ini juga dipengaruhi oleh teknologi yang membuat orang tahu tentang Artis Dangdut di era milenial ini yaitu Via Valen, Zazkia Gotik, Ayu Ting-ting, misalnya. Bahkan acara Hari Jadi Grobogan bulan April kemarin bekerja sama denga salah satu stasiun tv untuk mengadakan acara yang didominasi oleh dangdut. Bukan mengkambing hitamkan dangdut sebagai sesuatu yang buruk, tapi alangkah baiknya jika Hari jadi Kabupaten menggelar acara yang memang sangat kental dengan kearifan lokal, menonjolkan apa yang dimiliki oleh daerah, hal ini sekaligus mengedukasi masyarakat dan menjaga keeksistensiannya.

Dari pengalaman penulis selama 7 tahun tinggal di Jogja dan melihat beberapa kegaiatan yang ada di Jogja. Membuat sebuah festival kesenian atau kebudayaan adalah solusi yang dirasa lumayan handal dalam memperkenalkan kebudayaan dan kesenian terhadap khalayak. Bahkan pengunjung yang datang sebagian besar yang datang adalah Generasi Milenial. Mengapa mereka suka datang atau menghadiri festival? Seperti yang disebutkan diatas, sebagian besar milenial terkategorikan sebagai remaja, menghadiri sebuah Festival adalah ajang untuk menemukan teman baru, tempat untuk hangout bersama teman-teman atau sekedar penasaran. Meski sebenarnya dia tidak tahu apa yang dilihat, milenial adalah kaum yang uptodate untuk membuat sebuah konten untuk diupload di sosial media mereka. Tidak mengapa, ini adalah langkah awal untuk membuat orang tertarik untuk datang di acara kebudayaan. Sebuah festival juga harus dirancang seunik mungkin, dan yang paling penting adalah spot foto untuk para milenial mengabadikan moment.

*Dewi Sinta Fajarwati: adalah warga asli Kabupaten Grobogan, yang sedang menempuh pendidikan Pascasarjana, Magister Tata Kelola Seni, ISI Yogyakarta, dan telah menyelesaikan studi S1 di ISI Yogyakarta.

COMMENTS

Name

BANDONGAN,42,FABEL,17,HIKAYAT,34,Impresi,10,Kajian,13,Maklumat,10,Ngaji Jumat,21,PUISI,128,Risalah,9,SOROGAN,180,ULASAN,1,
ltr
item
wacanbuku: Eksistensi Tari Daerah di Tengah Generasi Milenial di Kabupaten Grobogan
Eksistensi Tari Daerah di Tengah Generasi Milenial di Kabupaten Grobogan
Eksistensi Tari Daerah di Tengah Generasi Milenial di Kabupaten Grobogan
https://1.bp.blogspot.com/-wxctpzleW1Y/XflvZo3VJ3I/AAAAAAAAKuw/g60iI3QgXEUg7xIrNaGwRRRv6bzfNX8tACLcBGAsYHQ/s320/8376200967_0ab06f32c6_b.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-wxctpzleW1Y/XflvZo3VJ3I/AAAAAAAAKuw/g60iI3QgXEUg7xIrNaGwRRRv6bzfNX8tACLcBGAsYHQ/s72-c/8376200967_0ab06f32c6_b.jpg
wacanbuku
http://www.wacanbuku.com/2019/12/eksistensi-tari-daerah-di-tengah.html
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/2019/12/eksistensi-tari-daerah-di-tengah.html
true
7620921742776894578
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy