'cookieChoices = {};'

Melawan Kejokeran Ego

Melawan Kejokeran Ego

Gambar : pinterest.com


Id, Ego, dan Superego berasal dari teori psikoanalisisnya Freud dan merupakan salah satu teori yang terus di Bahas secara luas. Menurut Freud, 3 elemen inilah yang membentuk pikiran kita dan berefek pada tindakan kita sehari - sehari.  ID adalah bagian Pertama yang mengendalikan kebutuhan dan keinginan bawah sadar manusia, namun Id sendiri merupakan manifestasi dari "otak kadal" Karena Di dalamnya ada libido, kebutuhan, keinginan, dan keinginan bawah sadar lainnya yang mendorong kita untuk  bertindak tanpa kendali dan batas.

Sementara Ego adalah bagian otak yang rasional dan realistis, dengan kata lain bagian "diri yang sadar". bagian ini berusaha untuk menyenangkan segala bentuk dorongan Id dengan cara yang paling mungkin. Pada dasarnya Ego terdiri dari bagian yang terorganisir dari  struktur kepribadian yang meliputi fungsi defensif, persepsi, intelektual-kognitif, dan eksekusi. Kesadaran sadar berada dalam Ego, meskipun tidak semua operasi Ego itu sadar secara penuh dan seringkali Ego menimbulkan masalah.

Adapun Superego adalah sistem moral yang berjuang untuk kesempurnaan dalam tindakan. Disini termasuk juga cita-cita Ego individu, tujuan spiritual, dan agensi psikis (umumnya disebut "hati nurani") yang mengkritik dan melarang dorongan, fantasi, perasaan, dan tindakannya. Superego dapat kita  anggap sebagai jenis hati nurani yang menghukum kelakuan buruk dengan perasaan bersalah. Sebagaimana orangtua yang mengendalikan dan memaksa kita untuk bertindak benar.

Diantara Ketiga bagian tersebut yang selalu menjadi pembahasan adalah seputar Ego,  ada anggapan jika Ego bisa menjadi positif dan negatif bahkan kontruksi sosial saat ini menempatkan Ego dalam   deretan kata-kata negatif yang harus di buang jauh-jauh dari diri kita,  Lalu pertanyaan benarkah Ego seperti itu?  Dan jikalau Ego bisa menjadi jahat, bagaimana mekanismenya sendiri hingga ia menjadi joker bagi diri kita?

Terlalu mengatakan Ego itu sangat berbahaya sebenarnya sama tidak masuk akalnya dengan menyatakan air itu buruk, karena air bisa menegelamkan atau api itu buruk, karena api itu bisa membakar. Padahal Ego, air dan api semuanya adalah bagian yang menopang kehidupan, dan mereka hanya menjadi buruk ketika kita salah menggunakannya. Jika kita membaca Kembali literatur psikoanalisa pada dasarnya "Ego" (jangan dikelirukan dengan kesombongan) adalah bagian diri yang memuat berbagai dorongan kehidupan, gairah, kegembiraan, pertumbuhan, dorongan, kreativitas, Dan keunikan pribadi.

Lalu bagaimana Ego kemudian menjadi jahat? Ada sebuah penjelasan menarik dari sudut pandang budaya Timur terutama India dalam buku Bahagavad Gita yang di tulis lebih dari 2000 Tahun Lalu konon oleh Khrisna, tentang sebuah konsep psikologis yang disebut "aham" yang sama definisinya dengan Ego yaitu soal " keakuan". Dan di dalam kisah klasik ini Ego di personafikasikan dengan sosok khrisna yang didominasi oleh Ego yang baik dan Arjuna yang didominasi oleh pergolakan antara Ego baik dan jahat yang selalu membuatnya berada di posisi yang menderita.

Aham sendiri di tafsirkan sebagai keakuan yang netral yang berada di antara dua posisi , dikontrol dan mengontrol. Namun saat aham ini tidak terkontrol dan kemudian mencemari "chit" , Atau pikiran disinilah Akan  terbentuk  dua jenis keakuan baru yang pertama disebut "ahamkara", keakuan yang berkata "akulah pelaku segala hal" yang kedua disebut "ahambhava" yang berkata " semua hal tersebut terjadi karena aku ",  jika kedua keakuan Itu muncul maka timbullah apa yang disebut Egoisme dan arogansi.

Ahamkara dan Ahambhava yang terus di pelihara akan berdampak pada budhi , sisi lain dari diri yang memungkinkan kebijaksaan sehingga akhirnya kita selalu mengambil keputusan yang salah. Keterjebakan terus menerus pada Ahamkara dan Ahambhava itulah yang menyebabkan Ego menjadi joker bagi diri kita.
Alkisah Arjuna selalu berada dalam penderitaan jenis ini karena pengetahuannya yang terbatas, rasa keterpisahannya dengan jiwanya, dan bayang -bayang dari keyakinannya jika dialah pelaku segala tindakan bodohnya. Arjuna sendiri merasa bodoh dan bingung. Kualitas-kualitas ini tercermin dalam penderitaan Arjuna dan keraguan serta kecemasannya ketika sebelum dan sesudahnya berkelahi dengan lawan-lawannya. Sebenarnya penderitaannya adalah penderitaan dari Egonya yang terjebak di antara Ahambhava dan Ahamkara. Lalu kemudian bagaimana caranya keluar dari keterjebakan ini?

Ketika kekuatan hasrat sedemikian besar, dan Ego kelimpungan tak berdaya, maka cara mengatasinya yang biasa kita lakukan baik sadar maupun tidak sadar adalah dengan membuat pertimbangan-pertimbangan sederhana yang melibatkan konsep "siapa kuat dia berjaya" atau "atas dasar keadaan darurat - bahaya". Sayangnya ini adalah akar yang dapat membentuk "keangkuhan" atau "mementingkan diri sendiri" (Egoisme). Dan tentu ini bukanlah sebuah solusi untuk melenyapkan kejokeran Ego justru memunculkan joker-joker yang lainnya .

Karena semakin tinggi cara Ego menyelamatkan diri, semakin kuat "keangkuhan" yang diperolehnya sebagai cerminan dari semakin kuatnya dominasi untuk menyelamatkan diri. Namun jika semakin lemah ego, semakin kecil nuansa dominasi. Semakin berkurang pula "keangkuhan" pada diri kita. Ego melemah karena memang dirasa tidak diperlukan pemaksaan (dominasi) untuk mewujudkan nafsu. Nafsu melemah, Ego melemah pula dominasinya terhadap keadaan.

Pasti kita bertanya, bagaimana kalau nafsu memang diperlukan untuk menunjukkan adanya kebutuhan fisik kita, yang berarti memang diperlukan ego dengan dominasinya agar terpenuhi hasrat? Disini diperlukan adanya  Superego. Superego memberi masukan pada Ego bahwa terjadi nafsu yang berlebihan (tidak pantas). Jadi nafsu yang berlebihan atau tidak pada tempatnya harus jangan dituruti Ego, karena hal tersebut sudah masuk kepada kemungkaran .Tapi Yang jadi masalah, Ego bisa jadi setuju dan bisa jadi tidak setuju. Jika Ego setuju maka dia  bersedia mengurangi dominasinya (mengurangi keangkuhan), sehingga beberapa nafsu dibatalkan atas dasar peritimbangan oleh ego yang menutup katup pelampiasan.

Tetapi jika tidak setuju yang mungkin boleh jadi karena pengaruh nafsu sedemikian kuat meskipun ketika Superego telah berhasil menaklukkan ego, tetapi katup pelampiasan pada Ego berhasil dijebol, sehingga terjadilah dominasi Ego untuk mewujudkan hasrat yang tidak pada tempatnya. Disini perlu diberitahukan kepada Superego suatu cara untuk mengekang Id (hasrat) di satu sisi dan memaksa Ego di sisi lain, agar keduanya, Ego & Id dapat membentuk perilaku yang baik sesuai dengan ajaran yang diyakini oleh Superego (yang diperoleh dari Kitab Suci, ajaran norma-norma etika kemasyarakatan dan lainnya).

Salah satu cara mengurangi pertimbangan Ego yang cenderung mendominasi keadaan yang dapat menimbulkan keangkuhan, yaitu dengan mempelajari cara-cara mengurangi pengaruh nafsu, yang secara otomatis akan diserap oleh Superego sebagai suatu cara, sehingga kelak dapat dipakai oleh Superego dalam mempengaruhi Ego.

Kelak, ketika terjadi pertarungan antara Id & Superego, maka Superego dapat mengingatkan Ego tentang cara mengurangi pengaruh dari Id tanpa dianggap membahayakan diri sendiri, sehingga Ego bersedia melakukannya, dan terjadilah "pengurangan pengaruh hasrat". Konsekuensinya, umpan baliknya, Ego tidak perlu memaksa keadaan dengan dominasinya agar terpenuhi hasrat, melainkan justru mengurangi dominasinya yang berarti berkuranglah keangkuhan.

( Artikel ini ditulis dalam sesi diskusi bulanan tentang kesehatan mental tahun 2017 di Singapura )

Penulis : Mansurni Abadi (Divisi Fundraising Gerakan Literasi World Literacy Foundation Australia dan Penggagas Pustaka Bergerak Indonesia)

COMMENTS

Name

BANDONGAN,38,FABEL,17,HIKAYAT,32,Impresi,9,Kajian,13,Maklumat,10,Ngaji Jumat,21,PUISI,117,Risalah,6,SOROGAN,166,
ltr
item
wacanbuku: Melawan Kejokeran Ego
Melawan Kejokeran Ego
Melawan Kejokeran Ego
https://1.bp.blogspot.com/-8vlpJdsV7lA/Xam6Lunob5I/AAAAAAAAKoc/3rjPqO72gF4jjBxSgqs2QFtlyCN-lRk_gCLcBGAsYHQ/s320/c33238ec-5133-48bf-8c12-e93d8806b1ddds.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8vlpJdsV7lA/Xam6Lunob5I/AAAAAAAAKoc/3rjPqO72gF4jjBxSgqs2QFtlyCN-lRk_gCLcBGAsYHQ/s72-c/c33238ec-5133-48bf-8c12-e93d8806b1ddds.jpg
wacanbuku
http://www.wacanbuku.com/2019/10/melawan-kejokeran-ego.html
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/2019/10/melawan-kejokeran-ego.html
true
7620921742776894578
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy