'cookieChoices = {};'

Melawan Hoaks: Upaya Menghadirkan Pemilu yang Damai, Berkualitas dan Bermartabat serta Terwujudnya Pembangunan Nasional

Melawan Hoaks: Upaya Menghadirkan Pemilu yang Damai, Berkualitas dan Bermartabat serta Terwujudnya Pembangunan Nasional


Gambar : onarto.com
Kenyataan bahwa hiruk pikuk hoaks dalam pemilu kali ini semakin tak terelakkan dan seharusnya menyadarkan kita bersama untuk melawannya. Bagaimana mungkin kita dapat menghadirkan pemilu yang damai, berkualitas, dan bermartabat serta terwujudnya pembangunan nasional jika kita saja tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh hoaks itu sendiri.

Sejalan dengan hasil survei dari Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (MASTEL) pada Februari 2017 lalu, yang menunjukkan 91 persen hoaks yang diterima oleh masyarakat adalah berita yang menyangkut tentang sosial politik. 88.60 persen berita yang tersebar adalah tentang SARA, dan 41.20 persen berita yang tersebar berita tentang kesehatan. Dan, setiap harinya 44.30 persen dari 1.116 orang mendapatkan berita hoaks.

Selain itu, hadirnya hoaks memberikan dampak buruk bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Hal ini selaras dengan data yang menunjukkan bahwa 98.7 persen menganggap hoaks bahwa dapat menggangu kerukunan masyarakat. 96.8 persen menganggap bahwa hoaks mampu menghambat pembangunan dan 84.5 persen menganggap hoaks menganggu kehidupan mereka (http://mastel.id/press-release-infografis-hasil-survey-mastel-tentang-wabah-hoax-nasional/ diakses pada 23 Februari 2019, pukul 19.20 WIB).

Fakta tersebut di atas, jelas merupakan sesuatu yang memprihatinkan dan seharusnya menyadarkan kita bahwa hoaks dipandang menimbulkan beragam masalah. Tidak hanya itu, hoaks dapat mengancam pemilu 2019 tidak berkualitas dan tidak bermartabat lagi bahkan menghambat pembangunan nasional. Oleh karenanya, hoaks merupakan ancaman bagi bangsa ini terlebih dalam keberlangsungan pemilu kali ini.

Lantas bagaimana caranya menghadirkan pemilu yang damai, berkualitas dan bermartabat serta terwujudnya pembangunan nasional? Langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan menganggap hoaks itu adalah musuh bersama. Tanpa menganggap hoaks itu musuh bersama, amat sulit rasanya melawan hoaks tanpa kerjasama yang solid, atau dengan perkataan lain, mustahil akan berhasil menanggulangi hoaks jika dilakukan sendiri.

Untuk menganggap hoaks ini menjadi musuh bersama sebanarnya bukan hal sulit bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, pemerintah telah hadir untuk menanggulangi maraknya hoaks yang beredar di tengah masyarakat ini bahkan juga memberikan wawasan akan bahaya hoaks itu sendiri. Hanya saja, sampai saat ini wawasan akan bahaya hoaks ini jarang mendapatkan perhatian karena wawasan bahaya hoaks ini pemerintah dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat masih belum begitu masifsehingga sulit menganggap hoaks ini adalah musuh bersama.

Mari kita lihat bagaimana pemerintah dalam menanggulangi hoaks ini. Merujuk pada hasil penelitiannya Budi Prayitno, sebenarnya pemerintah telah berupaya menanggulagi hoaks tersebut melalui beberapa langkah yang komprehensif. Pertama, membuat regulasi. Jamak diketahui UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) diterbitkan pemerintah karena menyadari pemanfaatan teknologi informasi, media dan komunikasi telah mengubah prilaku manusia secara global. Oleh karenanya, UU ITE ini diharapkan dapat memberikan rambu-rambu aturan dan larangan apa saja yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Kedua, membuat sarana seperti widget Government Public Relation (GPR). Kegunaan widget GPR ini adalah upaya pemerintah untuk meng-counter keberhasilan pemerintah yang seringkali dihantam oleh hoaks. Dan, supaya capaian kinerja pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Langkah ketiga, pemerintah melalui Kominfo membentuk jejaring komunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Jejaring komunikasi ini berisi tenaga humas pemerintah baik di tingkat Kementrian/Lembaga/Pemda. Kegunaanya adalah memberikan up date informasi terkait berbagai maupun opini yang berkembang di masyarakat informasi. Selanjutnya yang keempat, pemerintah atau Kominfo juga membuat protal aduan konten. Portal ini adalah upaya pemerintah untuk meminimalisasi pesebaran konten-konten hoaks di media sosial. Dan, cara kerjanya sendiri setiap orang yang merasa terganggu dengan konten yang terdapat di dunia maya berhak menyampaikan pengadua konten negatif dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link)  serta screenshot situs yang dilaporkan disertai alasannya, dan memantau proses penanganan yang dilakukan oleh Tim Aduan Konten.

Tidak hanya melalui regulasi dan membuat sarana prasarana pemerintah dalam upaya menanggulangi hoaks tersebut juga menginisiasi Gerakan bersama Anti Hoax dengan komunitas masyarakat yang selama ini konsen dengan penangkalan penyebaran berita palsu atau hoaks. Gerakan ini pada prinsipnya mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan secara bersama-sama memerangi persebaran hoaks yang marak di media sosial(Budi Prayitno, Langkah Pemerintah Menangkal Diseminasi Beita Palsu, Jurnal Wacana Kerja, Vol 20. N0. 2 (November, 2017)).

Upaya penanggulangan seperti di atas tersebut ini terus dilakukan oleh pemerintah. Di sini menjadi penting masyarakat luas untuk mengetahui betapa pemerintah telah berupaya meredam peredaran hoaks ini, karena dengan menganggap pemerintah tidak hadir untukmengatasi atauh bahkan memecahkan peredaran hoaks, itu juga bisa dikatakan kita telah berupaya melanggengkan peredaran hoaks saat ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai masyarakat luas telah mengetahui bahwa pemerintah telah berupaya dalam menanggulangi peredaran hoaks ini. Oleh karena itu mari kita perbaiki cara kita dalam membaca pemerintah demi menjaga kedaulatan bangsa dan negara yang kita termpati bersama ini.

Perlu diketahui, hoaks ini berkembang pesat melalui media sosial. seperti yang dijelaskan sebelumnya, efek atau dampak hoaks dikatakan dapat mengganggu kerukunan masyarakat dan menghambat pembangunan nasional. Tidak hanya itu, bagi penulis, hoaks ini juga dapat membuat pemilu 2019 kali ini tidak berkualitas dan bermartabat lagi. Buktinya, seperti yang kita rasakan saat ini, seseorang dengan mudahnya menjatuhkan harkat dan martabat orang atau kelompok lainnya hanya karena berbeda pandangan dan pilihan dalam urusan politik.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejatinya pemerintah tidak diam saja ketika mengetahui maraknya peredaran hoaks, melainkan telah berupaya menanggulangi peredaran hoaks tersebut. Untuk mengatakan, apakah pemerintah telah berhasil atau tidak dalam upaya menanggulangi hoaks ini. Jawabannya adalah tidak. Seperti yang penulis katakan sebelumnya, untuk menanggulangi hoaks ini perlu kerjasama yang solid dan tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karenanya, maka kita sebagai warga negara Indonesia harus ambil bagian dan turut ikut serta bersama pemerintah mewalan hoaks.

Menghadirkan pemahaman revisionis tetang bahaya hoaks ini jelas merupakan sesuatu yang amat penting, mengingat hoaks ini tidak hanya dapat mengganggu kerukunan masyarakat dan menghambat pembangunan nasional serta menciderai pemilu 2019 kali ini, tapi juga dapat merongrong kedaulatan bangsa dan negara. Maka, menghadirkan gagasan bahwa hoaks ini adalah musuh bersama, tentu sedikit banyak akan memberikan pengaruh dalam upaya menghadirkan pemilu yang berkualitas dan bermartabat serta terwujudnya pembangunan di Indonesia.


Oleh : Saiful Bari (Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga)

COMMENTS

Name

BANDONGAN,36,FABEL,17,HIKAYAT,32,Impresi,9,Kajian,11,Maklumat,10,Ngaji Jumat,19,PUISI,92,Risalah,6,SOROGAN,141,
ltr
item
wacanbuku: Melawan Hoaks: Upaya Menghadirkan Pemilu yang Damai, Berkualitas dan Bermartabat serta Terwujudnya Pembangunan Nasional
Melawan Hoaks: Upaya Menghadirkan Pemilu yang Damai, Berkualitas dan Bermartabat serta Terwujudnya Pembangunan Nasional
Melawan Hoaks: Upaya Menghadirkan Pemilu yang Damai, Berkualitas dan Bermartabat serta Terwujudnya Pembangunan Nasional
https://1.bp.blogspot.com/-TKdGOMvNoF8/XIPKVXovWMI/AAAAAAAAKfU/65OcYkijAsgEybgEsIyzZj9hCO8cG6eMgCLcBGAs/s320/Banksy-hoax-graffiti-street-art-news.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-TKdGOMvNoF8/XIPKVXovWMI/AAAAAAAAKfU/65OcYkijAsgEybgEsIyzZj9hCO8cG6eMgCLcBGAs/s72-c/Banksy-hoax-graffiti-street-art-news.jpg
wacanbuku
http://www.wacanbuku.com/2019/03/melawan-hoaks-upaya-menghadirkan-pemilu.html
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/2019/03/melawan-hoaks-upaya-menghadirkan-pemilu.html
true
7620921742776894578
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy