Hantu-Hantu Heidegger - wacanbuku

Sunday, January 7, 2018

Hantu-Hantu Heidegger

Gambar: www.pinterest.com

Malam hampir pagi. Tak ada yang dapat diobrolkan ketika duduk sendiri dalam gua sunyi. Pelan-pelan, lamunan meziarahi palung pikiran. Meyapa pikiran-pikiran filsuf yang pernah singgah, meski sebatas ingatan-ingatan samar.

Sembari pikiran mengumpulkan puing-puing ingatan, gerak jari mencatat cepat. Akhirnya, terdapati seorang filsuf asal jerman yang telah mengendapi bagasi pikiran. Dialah Martin Heidegger.

Lahan renungannya mengenai problem eksistensial manusia. Bahwa, keberadaan manusia tentu merupakan bagian dari "ada", "mengada" dan bereksistensi.

Menurut Heidegger, keberadaan manusia merupakan faktisitas—keterlemparan eksistensial. Artinya, sejak awal manusia dipaksa menerima nasibnya. Ia terdampar di dunia dengan situasi dan kondisi tertentu di luar kemauannya.

Namun, persoalan takdir eksistensial, manusia bagai terombang-ambing di antara tepi jurang yang sama-sama gelap. Serba-kekurangan yang melekati takdirnya, melenyapkan manusia untuk berfikir otentik. Manusia kesulitan membebaskan diri dari kecemasan, kegelisahan dan ketaksempurnaan.

Rutinitas serba monoton menjebak manusia hidup dalam kepalsuan. Pilihan-pilihan hidup manusia bukan didasarkan atas pertimbangan logis atau alasan yang bermakna. Melainkan alasan banal yang vulgar.

Namun, pada saat-saat tertentu, setiap orang bereksistensi sebagai pribadi yang otentik. Hidup yang otentik itu dialami oleh setiap orang ketika dia mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

Tak jarang, manusia pun terperangkap dalam ironi, yakni mengalami eksistensi yang otentik ketika sedang memutuskan pilihan penting dalam hidupnya namun pilihan itu melemparkannya ke dalam dunia yang palsu.

Untuk membebaskan diri dari kepalsuan, dari rutinitas monoton keseharian, Heidegger mengajak individu untuk beruzlah atau menarik diri dari keramaian, menyendiri dan merenungkan makna hidupnya dengan intens. Sebelum kembali melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat.




Ebed Noorjaman
penulis adalah seorang peziarah kesunyian. sedang asyik tenggelam dalam samudera pemikiran.
Terima Kasih Telah Berkunjung
Judul: Hantu-Hantu Heidegger
Ditulis Oleh wacan buku
Jika mengutip harap berikan link DOFOLLOW yang menuju pada artikel Hantu-Hantu Heidegger ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatian anda
Post a Comment