'cookieChoices = {};'

Gus Najib, Kapan-Kapan Kita Bertemu Lagi

Gus Najib, Kapan-Kapan Kita Bertemu Lagi

Gambar: https://web.facebook.com

Berita Duka. Inalillahi wainalillahi rojiun. Telah wafat dengan tenang Kakak, Abah, Guru tercinta KH. Mohammad Najib ( Pengasuh Pon-Pes Al-Fatah), sore ini Selasa 02 Jan 2018. Rumah duka Jl. S. Parman, Km 3, Komplek PP-Alfatah, Parakancanggah, Banjarnegara. Berdoa semoga beliau mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah, sehingga dalam kubur mendapat karunia dan anugrah dari Allah. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabran dan kemampuan untuk melanjutkan semua kebaikan dan perjuangan beliau. Amien. ( berita duka dari keluarga, Banjarnegara)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah-Banjarnegara, KH. Mohammad Najib, tutup usia pada Selasa, 02 Januari 2018, pukul 17.00 WIB,  di usia 51 tahun.
KH. Mohammad Najib, biasa dipanggil Gus Najib adalah sosok yang membanggakan keluarga dan daerah. Beliau dikenal masyarakat tidak hanya sebagai kyai. Akan tetapi, sebagai politisi, pembisnis, tegas, keras,  seniman, penyayang, dermawan, pemimpin  dan pengayom masyarakat kalangan bawah. Sehingga memiliki kesan tersendiri di hati sahabat, keluarga dan masyarakat Banjarnegara. Seorang putra dari keturunan KH. Abdul Fatah yang begitu dermawan kepada semua kalangan.
KH. Abdul Fatah adalah Kakek buyutnya. Pendiri pertama Pondok Pesantren Al-Fatah Banjarnegara (1860-1941). Dilanjutkan oleh kakeknya Gus Najib, KH. Hasan Fatah (1941-1991). Dan abahnya, KH. Hasyim Hasan Fatah (1990-2013). Kemudian, KH. Mohammad Najib (2013-2018).
Gus Najib, putra pertama KH. Hasyim Hasan Fatah dengan Ny. Siti Mas'udah Toblawi adalah sosok yang serba bisa. Banyak kisah yang telah dilalui hingga banyak orang merasa ditinggalnya. Keluarga dan putra-putri yang ditinggalkan. Ibu beliau, Ny. Hj. Siti Mas'udah Toblawi. Istri, Ny. Nur Laely Hikmawati dan tiga anak Tamlikho Tajun Nuhudh, Maksal Mina Fathun Nuhudh dan Syakira Zahiyatal Anjumi. Adik-adiknya Ny. Hj. Durrotun Nafisah Alh dan KH. Syafi' Muslih, S.Ag. Ny. Hj. Fitri Mukhlisoh Alh dan KH. Jauhar Hatta Hasan, M.A. K. Nurul Huda Hasyim S. Th.I dan Ny. Risna Arfu Sa'diah S.Pd.I. Ny. Azizah Hajar. S.H.I dan KH. Zainul Arifin Alh. MM. Ny. Hj. Faiqoh Mahfudzoh dan KH. Mu'tasim Billah Alh. M.Pd.I. H. Wahid Jumali. LC dan Ach. Mudzakki Mabrur.
Riwayat pendidikan beliau, RA dan MI Alfatah. Kelas tiga sampai empat di Al-Irsyad Purwokerto. Pindah ke SD Cokro Banjarnegara kelas lima sampai enam. Jenjang menengah pertama di SMP 2 Banjarnegara. Dan jenjang menengah atas di SMA 1 Banjarnegara. Kelas dua pindah ke SMA Jember dan mondok. Kelas tiga SMA pindah ke Pakistan. Paket C Handayani Banjarnegara. Kuliah di STIE Banjarnegara semester 1. Pindah ke UNWIKU Purwokerto semester 2.
Gus Najib semasa muda belajar ilmu hikmah dengan KH. Hamzah, sekaligus kakek dan menantu dari KH. Abdul Fatah dari putri pertamanya, Hj. Umu Kultsum. Ia menuntut ilmu kajian kitab Sulam at-Taufiq, al-Taqrib, Daqoiq al-Akhbar, al-'Usfurriyah, Qothru al-Ghois sampai Tafsir Jalalain pada KH. Ahmad Dailimi.
Dalam perjalananya menuntut ilmu, ia juga berguru kepada paman dari ibunya, di Lasem. KH. Ahmadi adalah guru ilmu tata bahasa arab, ilmu Nahwu. Kemudian, K. Muhammad Azizi yang juga pamannya, dirinya belajar Shorof dan Nashoih al- 'Ibad.
Gus Najib juga belajar banyak dari seorang kyai dari Yogyakarta. KH. Ali Maksum, Krapyak adalah salah seorang guru beliau dalam belajar Shorof, selama 5 hari. Dan ketika mengaji di Jember, Gus Najib menuntut ilmu kepada, KH. Ahmad Shiddiq. Ia mengaji kitab tasawuf, Riyadh as-Sholihin, Al-Siyasah as-Sar'iyah.
Gus Najib termasuk guru yang yang paham hingga dasar-dasar ilmu Nahwu dan Shorof, penulis termasuk murid beliau dalam mempelajari tata bahasa arab.  Dalam hal belajar tata bahasa arab, ia juga belajar kepada KH. Durmuji Ibrahim, Lirap, Kebumen, di Pondok Pesantren Nahwu-Shorof menurut beliau, Gus Najib. Dan kepada KH. Ahmad Abdul Haq, Watu Congol Magelang, di mana beliau belajar mondok romadhon waktu kecil.
Setelah abahnya meninggal, beliau meneruskan perjuangan untuk mengurus dan membimbing jamaah, Sebagai Mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah. Dan dalam pengetahuan ilmu tauhid, ia juga belajar kepada Syeikh Mas'ud, Kawunganten, Cilacap. Tentang ilmu tauhid, kitab Al-Dasuqy Ummul Al-Baroghin.
KH. M. Najib pernah belajar kepada Maulana Arsyad Ubaid, Maulana Abdurruhman, dan Maulana Musa di Jam’iyah Al-Asrofiyah Lahore, Pakistan. Ia mengaji ilmu Hadist dan ilmu Mantiq. Dan di Lahore pula, Gus Najib belajar Al-Qur'an kepada Qori' Syarif.
KH. Hamid Baidhowi dan KH. Mujtahidi adalah dua guru mengaji Al-Luma' lil Imam As-Syairozi, Usul Fiqih. Dan kepada Abuya Dimyathi, Banten. Gus Najib belajar Ihya' Ulum ad-ddin, 'Awarifu al-Ma'arif, kitab Syamsiyyah, Tafsir Al-Baidhowi, Tafsir Khozin, Shohih Muslim, Bukhori, Ibnu Majah, Al-Ithqon Fi Ulumil Qur'an, Manaru al-Huda, al-'Asyr Fi Qiroat al- 'Asyr, al-taisir(Qiroah Sab'ah), kitab Bahjah, kitab Jabrul Kasar, Mafakhir al- 'Aliyyah, Al-Mushtashfa, Ushul Fiqh.
Gus Najib adalah sosok yang gemar berorganisasi. Beliau banyak berkiprah di dalamnya dan memberikan dampak perubahan baik. Pada tahun 1984 - 1986, ia menjabat sebagai ketua PC. IPNU Kab. Banjarnegara. Tahun 1988, ketua PC. GP Ansor Kab. Banjarnegara. Tahun 1988, ia masuk dalam kepengurusan DPP II KNPI Kab. Banjarnegara. Tahun 1996-1998, menjabat sebagai Sekjen DPC PPP Kab. Banjarnegara. Tahun 1999, menjadi ketua DKC Garda Bangsa Banjarnegara. Pada tahun 1999-2012, ia masuk sebagai perwakilan rakyat, di DPRD Kab. Banjarnegara. Tahun 2002-2012, beliau sebagai ketua DPC PKB Kab. Banjarnegara. Pada tahun 2012-2017, sebagai wakil ketua DPW PKB Jawa Tengah. Dan tahun 2009-2019 beliau menjabat sebagai wakil ketua
Kyai Najib yang kokoh dengan metode pendekatan pendidikan Salaf, yaitu identik dengan penyampaian ceplas-ceplos (blak-blakan) untuk pendidikan Aqidah. Pendekatan pendidikan yang beliau terapkan dan sampaikan cenderung apa adanya. Hal ini bagus dari sisi pendidikan karakter. Sehingga akar kesantrian juga aqidah akan kokoh dan tertanam sampai murid usai belajar di Pondok Pesantren.
Pendekatan pembelajaran tersebut jika diangkat dalam suatu penelitian maka akan terlihat sedikit keras, tapi justru menanamkan karakter yang baik bagi santri, apalagi saat di bangku kuliah nanti yang berbagai macam pelajaran didapat, khususnya studi keagamaan (keislaman).
Semoga putra dan putri beliau yang akan memegang tongkat estafet pemegang amanat untuk peduli terhadap agama khususnya, dan masyarakat bangsa dan negara pada umumnya, yaitu semoga mereka kelak menjadi golongan shalihin-shalihat, nafi'in-nafi'at, mubarrokin-mubarrokat.
Nasihat beliau kepada murid-muridnya “kalau kelak kalian pulang dari pesantren, walaupun kalian ‘alim. Jangan sekali-kali ingin dihormati. Dan hormatilah orang-orang yang sudah memperjuangkan agama terlebih dahulu di desamu.”
Gus Najib juga berpesan sekitar dua minggu sebelum wafat kepada pengurus pondok “hormatilah dan muliakanlah gurumu. Kelak, hidupmu akan mulia. Contoh seperti mbah KH. Hasyim As’ary. Akan tetapi, selain memuliakan, kalian juga harus pintar”. Dan kalian juga harus memuliakan tamu dengan cara bertanya dan menjamu seperti yang dilakukan mbah dan abah dulu. Insya Allah, anak turun kalian tidak akan kekurangan makanan”.
Gus Najib adalah bagian dari kenangan untuk seorang murid, sahabat dan keluarga. Sekarang, beliau sudah tutup usia. Rasanya, kelak semua orang tetap akan mengenang sebagaimana beliau telah membuat semua orang mengenang akan dirinya, perjuangannya dan pengabdianya.

COMMENTS

Name

Berita,9,CERPEN,23,Esai,4,FABEL,13,Kajian,8,Ngaji Jumat,9,Opini,6,PUISI,80,
ltr
item
wacanbuku: Gus Najib, Kapan-Kapan Kita Bertemu Lagi
Gus Najib, Kapan-Kapan Kita Bertemu Lagi
Gus Najib, Kapan-Kapan Kita Bertemu Lagi
https://4.bp.blogspot.com/-81xeYxLMDuU/WlG8PhsXRpI/AAAAAAAAJqA/lPJ4bOo_O7gVkaEhGaHNUCnjOF0oU_sggCLcBGAs/s320/148241_117272408340905_6935722_n.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-81xeYxLMDuU/WlG8PhsXRpI/AAAAAAAAJqA/lPJ4bOo_O7gVkaEhGaHNUCnjOF0oU_sggCLcBGAs/s72-c/148241_117272408340905_6935722_n.jpg
wacanbuku
http://www.wacanbuku.com/2018/01/gus-najib-kapan-kapan-kita-bertemu-lagi.html
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/
http://www.wacanbuku.com/2018/01/gus-najib-kapan-kapan-kita-bertemu-lagi.html
true
7620921742776894578
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy